Oleh: Redaksi Kantor DYF
KANTORDYF.WEB.ID – Suasana malam di area pondok pesantren kali ini terasa jauh lebih ramai dan hangat dari biasanya. Ratusan santri tampak berkumpul, duduk lesehan membentuk kelompok-kelompok kecil di halaman paving dan teras gedung asrama. Bukan untuk kegiatan mengaji malam, melainkan untuk sebuah tradisi yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh santri: ngantem bersama sama!
![]() |
| Persiapan ngantem |
Alhamdulillah, rasa syukur yang tak terhingga tengah menyelimuti teman-teman santri dari Kelas 3 TSN (Tsanawiyah). Sebagai wujud tasyakkuran atas keberhasilan mereka naik ke kelas 3, angkatan ini berinisiatif menggelar acara makan bersama atau ngantem bareng yang tak tanggung-tanggung—mengundang seluruh santri se-pondok!
Bagi kalangan santri, ngantem bareng bukan sekadar urusan memadamkan kelaparan setelah seharian penuh beraktivitas dan mengaji. Lebih dari itu, ini adalah simbol kuatnya ikatan persaudaraan (ukhuwah), kesetaraan, dan rasa syukur.
Terlihat dari potret kebersamaan malam itu, hidangan disajikan dalam nampan-nampan besar. Menunya pun khas ala santri: hamparan nasi putih hangat, tumpukan telur dadar yang menggugah selera, hingga olahan ayam bumbu yang nikmat disantap bersama.
Meski sederhana, makan dari satu nampan yang sama bersama 7 hingga 10 orang sahabat membuat cita rasa lauk apa pun terasa sekelas hidangan restoran bintang lima. Tidak ada piring piring, tidak ada sendok, semua nikmat menyantap menggunakan tangan ( Mbego ) sambil bersenda gurau.
Di sela-sela keseruan acara, tim redaksi Kantor DYF sempat berbincang dengan Kang Rita, salah satu perwakilan dari Kelas 3 TSN yang ikut sibuk membagikan nampan kepada teman-temannya. Dengan raut wajah bahagia, ia mengungkapkan tujuan di balik acara ini.
> "Alhamdulillah, Kang. Ini niatnya murni tasyakkuran dan berbagi kebahagiaan sama teman-teman sepondok. Lewat se-nampan nasi ini, kami juga minta doa dari semuanya. Semoga di kelas 3 ini angkatan kami makin solid, ngajinya makin *sregep*, dan dilancarkan semua ujian sampai lulus nanti," ujar Kang Rita sambil tersenyum hangat.
Tentu saja, inisiatif ini disambut antusias oleh santri dari kelas dan angkatan lainnya. Pak Naim, salah satu pengurus yang malam itu tampak lahap menyantap hidangan, mengaku sangat bersyukur dengan adanya tradisi saling berbagi seperti ini.
"Wah, alhamdulillah rezeki anak sholeh, Cah! Wayahe ngantem iki" tutur pak Naim antusias sebelum kembali menyuap nasinya.
Keceriaan sangat tergambar jelas di wajah para santri. Di area halaman terbuka dengan latar belakang gedung asrama dan pepohonan rindang, para santri mengenakan setelan kebanggaan mereka: sarung, kaos santai, dan peci.
Beberapa pengurus dan asatidz muda juga tampak membaur bersama para santri di area teras. Mereka duduk santai, mengobrol, dan ikut menikmati hidangan tasyakkuran ini. Inilah indahnya dunia pesantren; batas antara senior, junior, dan pengurus seringkali lebur dalam satu nampan ngantem bareng.
Acara tasyakkuran ini tentunya bukan sekadar perayaan semata. Melalui setiap suapan nasi yang dibagikan, terselip ribuan amin dari seluruh santri agar teman-teman Kelas 3 TSN diberikan kemudahan dalam menempuh jenjang pendidikan di tahun ajaran yang baru.
Semoga dengan naiknya kelas, naik pula semangat belajarnya, semakin ta'dhim kepada kiai dan guru, serta mendapatkan ilmu yang barokah dan *manfaat fiddini wad-dunya wal-akhirah*. Amin Ya Rabbal Alamin.
Selamat untuk Kelas 3 TSN! Terima kasih atas jamuan ngantem-nya malam ini. Semoga rezekinya semakin lancar dan terus menjadi angkatan yang menginspirasi.
Bagaimana sobat DYF, kangen nggak nih dengan suasana mayoran di pondok? Yuk, bagikan kenangan ngantem bareng paling berkesan versi kalian di kolom komentar!





